Secara terpisah, Kepala Biro Humas Departemen Pertahanan Kolonel I
Wayan Midhio mengaku sudah mendengar temuan itu. “Saya belum
membacanya. Tapi, saya dengar sekarang masih dianalisa oleh Direktur
Wilayah Perbatasan,” katanya.
Soal sanksi bagi prajurit TNI yang terlibat, Wayan menyerahkan
sepenuhnya pada Markas Besar TNI. “Itu soal teknis, silahkan ke Mabes
TNI langsung,” katanya. Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI
Marsekal Muda Sagom Tamboen menegaskan pihaknya akan memberi sanksi
tegas jika hal itu terbukti. Namun, kata Sagom, hasil riset itu adalah
temuan lama yang diungkap kembali.
Direktur Eksekutif INFID ( International NGO Forum on Indonesian
Development) Donatus K Marut menilai TNI di perbatasan harus segera
direorganisasi. “Kita melihat bahwa masalah itu soal keamanan, selama
ini sudah ada TNI dan polisi tapi justru mereka sendiri yang terlibat,”
katanya.
INFID Dalam Berita
Selasa, 2 Februari 2010
Berita Terkini
Selasa, 2 Februari 2010
Jakarta, Dalam 2 pekan pertama di 2010 pemerintah sudah menambah utang
sebesar Rp 27,5 triliun lewat penerbitan surat utang atau obligasi
negara. Nilai tersebut berasal dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN)
Rp 7,5 triliun, dan penerbitan obligasi global US$ 2 miliar (Rp 20
triliun dengan asumsi nilai tukar pada APBN 2010 Rp 10.000/US$).
Pada tahun 2010 ini pemerintah memang gencar menyerap dana lewat
penerbitan surat utang baik konvensional maupun syariah di awal tahun,
atau istilah ilmiahnya front loading strategy . Strategi ini dilakukan
agar defisit anggaran dapat lebih cepat diamankan, apalagi defisit
anggaran 2010 diperkirakan akan meningkat dari 2% (Rp 98 triliun)
menjadi 2,2% (Rp 128,7 triliun).
Cari Data
Publikasi
Video
Rembug Rakyat Tapal Kuda dalam menyingkapi Konflik Agraria dan Perubahan Iklim, Lumajang 09-Des-2009
Statistik
Today : 21
Total : 163



