Agenda Kesetaraan dan Perubahan Sosial Di Pertemuan Masyarakat Sipil Internasional

Presentation-Nikmah-SDGs and Inequality

new dehli copy

New Delhi, selama dua hari dari tanggal 28 hingga 29 Juli 2016 berlangsung konsultasi masyarakat sipil internasional mengenai BRICS, forum internasional yang terdiri atas Negara-negara dari BRICS yaitu Brazil, Russia, India, China, dan Afrika Selatan, membahas mengenai agenda ketimpangan dan perubahan sosial. Pertemuan ini diselenggarakan untuk menyusun usulan menjelang berlangsungnya pertemuan masyarakat sipil (CivilBRICS Summit) di bulan Oktober 2016.
Pertemuan tersebut menghasilkan usulan kebijakan yang meliputi berbagai isu seperti kesetaraan gender, kemiskinan dan perkotaan, keadilan pajak, Bank Pembangunan Baru (New Development Bank), keamanan pangan dan SDGs.

INFID yang diwakili oleh Siti Khoirun Ni’mah, Program Manager INFID, hadir di pertemuan tersebut. Sebagai bagian dari jaringan masyarakat sipil di Negara-negara BRICSAM (Brazil, Russia, India, Indonesia, China, Afrika Selatan, dan Meksiko) yang selama tiga tahun terakhir mendesakkan agenda ketimpangan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional dan internasional, diundang untuk menyampaikan pandangan INFID mengenai SDGs dan Ketimpangan.

Terdapat tiga rekomendasi yang disampaikan oleh Ni’mah dalam presentasinya yaitu pentingnya mendesak Negara-negara BRICS untuk mendorong terjadinya reformasi struktural di tingkat global. Seperti reformasi sistem perdagangan yang lebih mendorong penguatan kapasitas Negara-negara miskin dan berkembang, memperkuat kerjasama perpajakan internasional terutama menghadapi praktek-praktek penghindaran pajak dan penyembunyian asset, mereformasi lembaga-lembaga keuangan dengan menambah hak suara bagi Negara-negara miskin dan berkembang, dan lainnya.

Rekomendasi kedua terkait dengan penciptaan lingkungan yang mendukung bagi masyarakat sipil terutama di Negara-negara BRICS. Ini terkait dengan adanya trend ruang-ruang masyarakat sipil yang semakin menyempit, baik karena aturan hukum maupun minimnya dukungan pendanaan bagi masyarakat sipil.

Rekomendasi terakhir mengenai pentingnya BRICS menyusun rencana aksi terkait dengan pelaksanaan SDGs yang memastikan adanya akuntabilitas dengan partisipasi masyarakat sipil, sekaligus memastikan adanya kepemilikan (ownership) SDGs di tingkat akar rumput.

Materi:
Presentasi Nikmah tentang SDGs and Inequality

Final-Policy-Recomendations-BRICS-16-Aug-16