Pesan GMNI Makassar untuk Presiden Jokowi

2017-07-13

KABAR.NEWS, Makassar - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Makassar mengucapkan selamat datang untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dijadwalkan akan menginjakkan kaki di Bumi Anging Mammiri Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (12/07/17) hari ini.

GMNI Makassar melalui siaran persnya kepada KABAR.NEWS, mendorong Presiden Jokowi untuk melakukan percepatan dan konsistensi pelaksanaan Nawacita yang diadopsi dari konsepsi Trisakti Bung Karno untuk perwujudan Indonesia yang dicita-citakan dan menjadi harapan besar seluruh Rakyat Indonesia.

"Kami menilai Indonesia yang di cita-citakan saat ini coba di kembalikan Kepada Rel sesungguhnya setelah sekian lama keluar dari Rel, Rel yang dimaksudkan adalah orientasi kerakyatan sesuai dengn Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) yaitu susunan masyarakat adil makmur (Sosialisme Indonesia) berlandas Pancasila dan UUD 1945." kata Ketua GMNI Makassar, Hikmawan Pasalo.

Baca Juga: Sajian Produk Lokal Sulsel Akan Sambut Presiden Jokowi Diperingatan Harkopnas

 

Hikmawan menuturkan, tantangan nyata saat ini adalah Perekonomian Rakyat terus mengalami ketimpangan dan kesenjangan, jurang pemisah antara si kaya dan miskin terus mendalam.

Menurut data dalam 15 tahun terakhir kata dia, yakni dari tahun 2000-2015, rasio Gini Indonesia meningkat tajam dari 0,30 menjadi 0,42. 

Ditambah menurut laporan NGO Oxfam dan INFID menyatakan bahwa kekayaan 4 orang terkaya Indonesia sama dengan gabungan kekayaan 40 persen atau 100 juta penduduk termiskin Indonesia.

Kemudian, sebanyak 49 persen dari total kekayaan Indonesia dikuasai hanya oleh 1 persen warga terkaya, termasuk 4 orang terkaya di atas. Sementara 51 persen sisanya diperebutkan oleh 99 persen penduduk.

Hal serius inilah yang harus menjadi fokus perhatian utama pemerintahan Jokowi-JK dengan menggunakan Jalan Trisakti bukan sebagai tameng slogan melainkan realisasi nyata.

 

Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2017

 

12 Juli 1947 Gerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi pertama kalinya di Tasikmalaya. Hari itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Nasional.

Peringatan 100 Tahun Harkopnas 2017 dilaksanakan di Lapangan Karebosi Kota Makassar yang dihadiri secara langsung oleh Presiden Jokowi sekaligus meninjau Badan Usaha Lorong (BULo) usungan Pemerintah Kota Makassar.

GMNI Makassar mengapresiasi Program Ekonomi usungan Danny Pomanto Walikota Makassar tersebut dengan tujuan baik yaitu menggerakkan kemandirian ekonomi Rakyat. Namun kekhawatiran GMNI Makassar bahwa program tersebut hanyalah program insidental bukan Program yang Sustainable (berkelanjutan) sekadar untuk menyambut hari Koperasi Nasional dan hanya ingin menyenangkan hati atau penilaian Presiden yang sedang berkunjung. Maka program tersebut harus diperhatikan dan diawasi secara bersama dan serius dalam perjalanannya.

 

 

"Sudah saatnya menghidupkan kembali Koperasi sebagai sendi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia dan dasar untuk mengatur perekonomian rakyat guna mencapai taraf hidup yang layak dalam susunan masyarakat adil dan makmur yang demokratis
sehingga gaung Koperasi sebagai Tulang Punggung Perekonomian Nasional atau Soko Guru Ekonomi bukanlah sekedar Slogan dan khayalan." tegas Hikmawan Pasalo.

Bahwa pemerintah Pusat lanjut dia, baik Provinsi, dan Kabupaten/Kota wajib mengambil sikap yang aktif dalam membina Gerakan Koperasi berdasarkan fungsi koperasi dengan jiwa dan semangat UUD 1945 Pasal 33 ayat (1); Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

GMNI Makassar mengkritisi dan mengecam keras sistem perkoperasian yang hari ini berjalan tidak sesuai lagi dengan Fungsi Koperasi, Jiwa dan semangat kekeluargaannya.

"Kurangnya pengawasan dan tidak seriusnya pemerintah mengurus perkoperasian justru saat ini mengakibatkan contohnya Koperasi simpan pinjam menjadi kapitalis kecil/pemeras dengan menjadi rentenir di tengah masyarakat. Hal ini menurut kami keterlaluan." tambah Hikmawan.

Pemerintah harus menumbuhkan, mendorong, membimbing, melindungi dan mengawasi perkembangan Gerakan Koperasi Rakyat 

"Karena untuk membendung arus kapitalisme dan liberalisme, serta sistem pasar bebas yang membelenggu dan menekan usaha ekonomi kecil salah satu caranya ialah dengan menumbuhkan, mendorong, mengembangkan gerakan koperasi masyarakat," tutup Hikmawan.