Laporan Publik INFID 2019


Laporan ini menguraikan kisah kerja keras dan pencapaian International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) sepanjang tahun 2019, khususnya dalam tiga program. Ketiga program tersebut adalah, pertama, Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kedua, Penurunan Ketimpangan. Ketiga, Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi. Adapun skala dan hasil kerja INFID bisa dilihat pada bagian “INFID dalam Angka”.

Sepanjang tahun 2019, INFID telah mengadakan 69 kegiatan, atau rata-rata lima kegiatan setiap bulan. Dengan didukung oleh 20 orang staf, bisa dikatakan setiap staf INFID telah menciptakan dan berkontribusi kepada rata-rata 3,4 kegiatan. Selama tahun 2019, kami juga telah menghasilkan 22 publikasi. Salah satu di antara 22 publikasi tersebut adalah studi kasus pelatihan vokasi oleh berbagai pihak termasuk balai latihan kerja (BLK) pemerintah, oleh industri, baik di dalam maupun luar negeri. Publikasi tersebut juga diterbitkan atas kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Sementara itu, terkait fokus program TPB/SDGs, INFID telah melakukan pendampingan kepada lebih dari 10 kabupaten/kota untuk bisa memulai dan melaksanakan TPB/SDGs. Kami juga melakukan kajian tentang kesiapan 10 kabupaten/kota mengenai SDGs Tujuan Nomor 16. Adapun Tujuan Nomor 16 adalah “Mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi-institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua level”.

Pada program Penurunan Ketimpangan, kami berfokus pada mendorong perluasan akses pelatihan vokasi untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini dilakukan untuk menurunkan ketimpangan pasar kerja di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendorong semua pihak memperluas vokasi di Indonesia.

Sementara itu, pada program HAM dan Demokrasi, kami berfokus pada tiga hal. Pertama, pencegahan ekstremisme-kekerasan. Kedua, perluasan Kabupaten/Kota Ramah HAM. Ketiga, penguatan kapasitas pemangku kepentingan dalam hal Bisnis dan HAM.

Bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) atau Program Pembangunan PBB, kami telah menyelesaikan tiga penelitian selama tahun 2019. Salah satu dari tiga penelitian tersebut adalah mengenai tren radikalisme di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Hasil penelitian tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah.

Salah satu acara besar dalam program HAM dan Demokrasi adalah Festival HAM 2019. Kegiatan tersebut digelar di Kota Jember, Jawa Timur, pada 19-21 November 2019 itu, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jember dan Komisi Nasional HAM. Perhelatan besar itu berlangsung sukses, yang diikuti oleh lebih dari tiga ribu peserta. Festival HAM 2019 juga dihadiri peserta peninjau dan peserta dari luar negeri, antara lain Thailand, Malaysia, Timor Leste, Filipina, Korea Selatan, yang hendak belajar apa dan bagaimana Kabupaten/Kota Ramah HAM di Indonesia.

Sudah menjadi tradisi, laporan tahunan INFID meminta saran dan masukan dari pemangku kepentingan dan mitra kerja. Maka dalam laporan ini, pada bagian testimoni, pembaca akan dapat melihat kesan dan pesan dari mitra kerja atau penerima manfaat berbagai kegiatan INFID.

Laporan ini merupakan upaya kami untuk memastikan keterbukaan dan akuntabilitas lembaga kepada publik. Selain itu, bagi kami sendiri (Badan Pengurus dan staf INFID), laporan ini diterbitkan untuk mengetahui sejauh mana kita telah bekerja; menjalankan mandat lembaga, mengelola sumber daya publik, dan menuai hasil. Terima kasih dan selamat membaca.