Laporan Ketimpangan di Indonesia 2014


Judul: Tren Ketimpangan dan Pilihan Kebijakan Indonesia: Laporan Ketimpangan di Indonesia 2014

Tahun Rilis: Maret, 2015

Ukuran File: 12,9 KB

Bahasa: Indonesia

Rangkuman:

Tahun 2014 ditandai oleh terpilihnya Joko Widodo, atau yang biasa dipanggil Jokowi, sebagai Presiden Republik Indonesia. Terbentuknya Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) disertai munculnya harapan publik bahwa pemerintahan ini akan memprioritaskan penanganan problem ketimpangan di Indonesia. Setidaknya, demikian harapan yang tergambar dari survei Lembaga Survei Indonesia (LSI)-Tempo pada Juli 2014.

Di level global, tahun 2014 juga diwarnai oleh kehadiran isu penting ketimpangan dengan terbitnya buku Thomas Piketty, Capital in the Twenty-First Century, yang dalam waktu dua bulan terjual lebih dari 80.000 eksemplar. Sebuah capaian yang luar biasa untuk sebuah buku serius nonfiksi. Beberapa bulan kemudian, buku ini menjadi best selling book di sejumlah toko buku online, dan menjadi perdebatan di kalangan akademik dan pembuat kebijakan di berbagai negara. Tak berlebihan jika tahun 2014 dapat juga disebut sebagai “Tahun Ketimpangan” karena hampir semua lembaga, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, IMF, Standard & Poor, Asian Development Bank, menyerukan semua pihak untuk berusaha mengatasi problem ketimpangan.

Laporan Tahunan Ketimpangan 2014 ini bermaksud mendorong pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan ketimpangan secara konkret dan terukur. Laporan ini bertujuan memberi sumbangan, setidaknya, dalam tiga bentuk. Pertama, menampilkan data-data ketimpangan terbaru berbasiskan data mutakhir di luar angka indeks Gini untuk memudahkan mendiagnosis dan mencari jalan keluar. Kedua, menyajikan analisis dan pandangan berbagai ahli dan lembaga pembangunan tentang sebab-sebab ketimpangan. Ketiga, menganjurkan lima kebijakan/program untuk mengatasi atau menurunkan tingkat ketimpangan (pendapatan dan kesempatan) di Indonesia.