Side Event Addressing Implementation – Translating SDGs Into National Development Agenda

Side Event Addressing Implementation: Translating SDGs Into National Development Agenda

New York, 23 September 2015

Side event diadakan bersamaan dengan Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York dengan agenda utama pengesahan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (2030 Agenda for Sustainable Development Goals). Side event bertempat di Gedung Ford Foundation, 329 East 43rd Street, New York, NY 10017, Amerika Serikat dan dihadiri lebih kurang 130 orang peserta. Dalam pelaksanaan side event ini, INFID bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional di antaranya: Beyond2015, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Asia Democracy Network (ADN), Asia Development Alliance (ADA), Yayasan TIFA, Ford Foundation, Open Society Foundations, Save the Children, dan Making All Voices Count (MAVC). Beberapa narasumber dalam diskusi ini antara lain adalah Sugeng Bahagijo (INFID), Nila Moeloek (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Ambassador Hanh Chong-hee (Korean Mission to the United Nations), John D. Holm (Charities Aid Foundation of America), Raden Siliwanti (Bappenas), Leo Williams (Beyond2015), Lord Jack McConnell (UK Parliament), Thomas Ravn-Pedersen (World’s Best News), Kate Donald (Center for Economic and Social Rights), Joe Powell (Open Government Partnership), dan Selina Patta Sumbung (Save the Chidren Indonesia).

Secara umum kegiatan ini menghasilkan beberapa poin kesimpulan, antara lain:

  • Menjadikan SDGs sebagai agenda utama dalam pembangungan global, nasional dan sub nasional, dibutuhkan komitmen pemerintah
  • Implementasi SDGs tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja namun harus partisipatif dengan melibatkan CSO dan juga sektor swasta
  • SDGs harus disertai dengan mekanisme monitoring dan akuntabilitas yang transparan—yang dapat terjadi dalam proses HLPF

IMG_5644 IMG_5630 IMG_5639 IMG_5711

Foto Rilis 24 September 2015

Foto Rilis 23 September 2015

Materi Presentasi: