International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang berdiri pada tahun 1985 dengan nama INGI (Inter-NGO Conference on IGGI Matters). INFID didirikan atas inisiatif dari beberapa tokoh dan organisasi masyarakat sipil Indonesia serta partner-partnernya di Belanda, seperti Gus Dur, Asmara Nababan, Gaffar Rahman, Adnan Buyung Nasution, Dawam Rahardjo, Fauzi Abdullah, Wukirsari, Kartjono, Zoemrotin KS, dan masih banyak lainnya untuk advokasi kebijakan internasional dan nasional terkait isu pembangunan dan demokratisasi di Indonesia. Sejak awal pendiriannya, INFID telah memainkan peran penting dalam pembangunan dan proses demokratisasi Indonesia.

Berkat kerja-kerjanya, di tahun 2004 INFID mendapatkan status konsultatif pada Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini, INFID berfokus kepada tiga area kerja yaitu Penurunan Ketimpangan, pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, serta Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi.

Bersama 88 anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia INFID melakukan kajian, pemantuan dan advokasi kebijakan, serta kampanye dan edukasi publik.