Konferensi SDGs 2016

Masyarakat Sipil Indonesia Bersama Pemerintah Mendorong Percepatan
Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta, 26 Oktober 2016 – Masyarakat Sipil untuk Pembangunan Berkelanjutan menyatakan penghargaan atas dibukanya Pertemuan Nasional Masyarakat Sipil untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada hari ini oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dan Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri.

Pertemuan ini berfokus kepada perencanaan dan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang sahkan oleh Sidang Umum PBB di New York September 2015. Pertemuan nasional ini mengambil tema “Leave No One Behind” atau “tidak meninggalkan satu orangpun”

Pemerintahan Jokowi-JK sudah berusia dua tahun dan SDG sudah berumur satu tahun. SDG terdiri dari 17 Tujuan dan 169 Sasaran untuk kemakmuran semua warga dunia dan keberlangsungan bumi kita. Termasuk dalam SDGs adalah tujuan untuk memastikan masalah kemiskinan, ketimpangan serta ketidaksetaraan gender pada 2030 akan berkurang dan teratasi-hapus.

Pertemuan ini penting karena persiapan-persiapan pelaksanaan SDG yang tengah berjalan yaitu (a) Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Bappenas akan melansir Peraturan Presiden tentang SDG; (b) Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Rencana Aksi dan Peta Jalan SDG dan (c) Pemerintah Indonesia akan menyiapkan Panitia Pelaksana SDG melalui keputusan Presiden atau Keputusan Menteri Bappenas.

Melalui SDGs para pemimpin pemerintahan telah berjanji untuk tidak meninggalkan satu orangpun. Pemerintah Indonesia kini tengah bersiap untuk segera melaksanakan SDGs. Bukan hal yang mudah, karena SDGs tidak bisa dilaksanakan ala kadarnya atau business as usual.

Untuk membahas dan memberikan kontribusi pada proses yang tengah berjalan, INFID, Oxfam di Indonesia, Koalisi Perempuan Indonesia bersama dengan Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs menyelenggarakan Pertemuan Nasional Masyarakat Sipil untuk SDGs dengan tema “Leave No One Behind” pada 26 dan 27 Oktober 2016.

Pertemuan dihadiri oleh lebih dari 200 undangan ini bertujuan menjadi forum bagi masyarakat sipil untuk menyampaikan informasi dan aspirasi mengenai proses dan substansi untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan pelaksanaan SDGs. Diharapkan pertemuan ini dapat memberikan rumusan terhadap prakondisi-prakondisi teknis dan sosial seperti kelembagaan, pendataan agar semua pihak dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan Rencana Aksi SDGs 2016-2020.

Hamong Santono, Senior Program Officer International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menyatakan, “Dibutuhkan perubahan paradigma agar perencanaan dan pelaksanaan SDGs di Indonesia tidak meninggalkan satu orangpun. Indikasinya partisipasi aktif, nyata dan bermakna dari berbagai kelompok rentan dan terpinggirkan dalam partisipasi proses pembangunan dan memastikan keseriusan pemerintah terhadap prioritas pembangunan bagi kelompok rentan dan terpinggirkan”.

Suksesnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini memerlukan kerjasama berbagai pihak. Sejalan dengan hal itu Budi Kuncoro, Country Director Oxfam di Indonesia menyatakan, “Pertemuan Nasional ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dan merupakan momentum penting bagi partisipasi masyarakat sipil dalam mewujudkan serta menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”.

Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Charles-Michel Geurts menyatakan “Komitmen Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia untuk SDGs tidak diragukan lagi. Mempromosikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan merupakan fokus kerja sama kami. Uni Eropa akan terus menjadi mitra strategis Indonesia dalam pelaksanaan Agenda 2030 yang ambisius, transformatif dan universal untuk mendorong pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan bagi semua”.

Pertemuan Nasional Masyarakat Sipil untuk SDGs dengan tema “Leave No One Behind” pada 26 dan 27 Oktober 2016 diselenggarakan oleh INFID, Oxfam di Indonesia and Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) sebagai kegiatan proyek SDGs yang didukung oleh Uni Eropa.*

Materi Presentasi :
Panel 1:

—-
panel 2:


panel 3