Pokja Dana Abadi OMS Selenggarakan Workshop bagi Organisasi Masyarakat Sipil

Pokja Dana Abadi OMS Selenggarakan Workshop bagi Organisasi Masyarakat Sipil

Oleh: Desri Astuti, Program Officer for SDGs INFID

Upaya Peningkatan Kapasitas OMS

Pada 12-13 Desember 2023 Kelompok Kerja Dana Abadi Organisasi Masyarakat Sipil (Pokja Dana Abadi OMS) bekerjasama dengan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) telah menyelenggarakan workshop peningkatan kapasitas OMS. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman OMS tentang kriteria eligibilitas mengakses pendanaan sebagai bagian dari akuntabilitas dan keberlanjutan OMS. Workshop peningkatan ini dihadiri oleh lebih dari 20 OMS dari Jabodetabek.

Workshop ini berfokus pada tiga isu tata kelola organisasi, yaitu akuntabilitas, visibilitas, dan keberlanjutan OMS. Isu tata kelola ini dikemas secara menarik dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dan dibagi menjadi beberapa tema. Tema pertama membahas cara mengakses dana dan kriteria kelayakan OMS untuk mengakses dana. Dalam pembahasan tema ini, OMS dipertemukan dengan narasumber dari beberapa organisasi yang memberikan pendanaan, seperti Ananta Fund, Kurawal Foundation, serta Kemitraan. 

Kemudian di tema kedua, yaitu tema keberlanjutan OMS, sesi ini menghadirkan narasumber dari IKa dan Bina Swadaya yang memberikan pendalaman mengenai keberlanjutan organisasi secara makro dan juga diversifikasi sumber daya. Tema ketiga mengangkat bagaimana OMS dapat memenuhi kriteria mengakses dana pemerintah dan perusahaan. Tema ini disampaikan oleh narasumber dari Partnership ID dan Konsil LSM yang secara komprehensif mengulas mengenai tantangan, peluang, dan prasyarat mengakses pendanaan dari sektor swasta dan pemerintah. 

Untuk isu visibilitas, narasumber dari Campaign.com mengelaborasi tantangan-tantangan dalam membangun visibilitas, serta tips dan trik membangun visibilitas organisasi. Pada isu keberlanjutan, sesi ini disampaikan oleh narasumber dari INFID dan IKa yang memberikan pengetahuan mengenai bagaimana membangun dana cadangan organisasi (DCK) serta skema, proses, tantangan dan peluang dalam mengelola DCK.

Tidak hanya berdiskusi dengan para narasumber, workshop ini dibungkus dengan konsep praktek yang interaktif. Para peserta secara langsung mendapatkan panduan untuk melakukan pengecekan atas kondisi akuntabilitas, visibilitas, serta keberlanjutan masing-masing organisasinya (self checking). Dalam melakukan self checking ini, para peserta workshop diberikan instrumen yang berisi dimensi dan indikator visibilitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan organisasi. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan tantangan yang dialami oleh organisasinya dan ditanggapi oleh para narasumber dengan kemungkinan-kemungkinan solusi yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut.

Perlukah OMS Meningkatkan Kapasitas Akuntabilitas, Visibilitas, dan Keberlanjutannya?

Jawabannya, tentu saja. Tidak hanya baik bagi kesehatan ekosistem masyarakat sipil itu sendiri, meningkatnya kapasitas akuntabilitas, visibilitas, dan keberlanjutan organisasi masyarakat sipil juga memberikan kontribusi yang positif bagi donor atau pemberi dana. Paling utama adalah meningkatnya kepercayaan dalam relasi donor-penerima. Transparansi dan akuntabilitas dari organisasi penerima akan memudahkan donor atau pemberi dana untuk mengetahui dampak nyata atas penggunaan dana yang mereka salurkan. Tidak kalah penting adalah minimalisasi risiko penyalahgunaan dana. Dengan begitu, pengelolaan dan pemanfaatan dana akan lebih efektif, serta hubungan jangka panjang antara donor dan organisasi penerima dapat terbangun dengan lebih baik.

Selain itu, kapasitas akuntabilitas, visibilitas, dan keberlanjutan OMS menjadi hal yang sangat krusial untuk ditingkatkan, karena secara langsung akan berdampak kepada transparansi, kepercayaan publik, dan peningkatan kinerja OMS tersebut. Dengan meningkatkan akuntabilitas dan visibilitas, maka OMS dapat memastikan integritas dalam proses pengambilan keputusan, dan membangun kepercayaan publik dalam mendukung misi lembaganya. Selain itu, resiliensi keberlanjutan yang baik pada sebuah organisasi akan membantu organisasi tersebut dalam merencanakan dan melaksanakan program jangka panjang mereka, mengoptimalkan sumber daya, serta menanggulangi korupsi untuk mencapai dampak sosial yang lebih besar dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya peningkatan kapasitas bagi organisasi masyarakat sipil ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.