Ketimpangan Akses Internet bagi Perempuan Konsisten



Hasil Riset : Peran OMS dalam Mendorong Kesetaraan Gender Pada Demokrasi Indonesia di Era Digital

Perempuan lebih terhambat mengakses teknologi dan koneksi internet dibandingkan dengan laki-laki. Padahal, kesetaraan gender dalam ranah digital berkontribusi terhadap pembangunan dan demokrasi. Peran organisasi masyarakat dinilai penting untuk mendorong kesetaraan tersebut.

Hal diatas mengemuka pada diskusi hasil riset berjudul ”Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Kesetaraan Gender dalam Demokrasi Indonesia di Era Digital”, Senin (20/9/2021). Riset ini dilakukan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dengan dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo mengatakan, ketimpangan akses internet antara laki-laki dan perempuan konsisten selama beberapa tahun terakhir. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan, selisih pengguna internet laki-laki dan perempuan 7,6 persen pada 2016. Hal yang sama terjadi tahun 2017 (7,04 persen), 2018 (6,34 persen), dan 2019 (6,26 persen).

Menurut peneliti riset yaitu Yanu E Prasetyo, alasan ketimpangan gender di ranah digital berlapis. Hambatan perempuan, antara lain, ialah keterampilan digital yang terbatas dan pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal. Ada pula hambatan struktural, seperti ketersediaan listrik, jaringan internet, dan dana untuk membeli peralatan internet. Menurut peneliti riset lainnya yaitu Marlis Afridah, kerja organisasi masyarakat sipil baru bisa maksimal jika didukung kebijakan pemerintah. Kebijakan penting untuk mengukur tingkat kesuksesan suatu program. Itu sebabnya, menjadikan isu kesetaraan gender di ranah digital perlu jadi prioritas.

Ada sejumlah poin rekomendasi untuk mengatasi isu kesetaraan gender di ranah digital. Pertama, perluas akses internet hingga ke pelosok desa. Kedua, memperkuat literasi digital. Ketiga, memberi kuota khusus perempuan untuk beasiswa pendidikan.

=========

  1. Laporan riset
  2. Kertas Kebijakan
  3. Seminar nasional riset: https://www.youtube.com/watch?v=qreXZtbFKx8&t=10468s
  4. Ringkasan Riset: Peran OMS dalam Mendorong Kesetaraan Gender Pada Demokrasi Indonesia di Era Digital: https://www.youtube.com/watch?v=aRd8y1rIPbE&t=5s
  5. Testimoni Peran OMS dalam Mendorong Kesetaraan Gender Pada Demokrasi Indonesia di Era Digital: https://www.youtube.com/watch?v=kyxbSmTQ8zM&t=62s
  6. Liputan media:

a.https://www.kompas.id/baca/dikbud/2021/09/20/organisasi-masyarakat-dorong-kesetaraan-jender-di-ruang-digital/

b.https://www.antaranews.com/berita/2404537/infid-oms-berperan-penting-atasi-ketimpangan-gender-digital

c. https://www.gatra.com/detail/news/523356/politik/infid-ketimpangan-akses-internet-bagi-perempuan-konsisten-