Laporan Pemetaan Program Pencegahan Ekstremisme


Selama 5 tahun terakhir, INFID telah berkontribusi untuk memperkuat kebijakan pencegahan ekstremisme-kekerasan dan pencegahan terorisme. Antara lain dengan menyediakan bukti-bukti yang dihasilkan dari kerja-kerja penelitian yang dapat digunakan pengambil kebijakan dan pihak lain untuk mencegah dan mengurangi penyebaranpaham ekstrem dan kekerasan.

Pada tahun ini, INFID telah menghasilan satu lagi hasil penelitian berjudul “.“Pemetaan Kebijakan dan Program Pencegahan ekstremisme-Kekerasan oleh Pemerintah dan Masyarakatdi Indonesia (2014-2019)”Penelitian ini dikerjakan selamaenambulan, sejak bulanDesember 2019 sampai Mei 2020.

Dengan menggunakan metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) peneliti INFID telah mengumpulkan bukti-bukti dan memetakan ragam kerja-kerja yang telah dilakukan oleh pemerintah dan kelompok masyarakat sipil, khususnya dalam bidang Pendidikan, Media Sosial danDeradikalisasi.

Laporan akhir penelitian telah melalui dua kali peer review termasuk dengan kalangan akademisi, praktisi dan pengambil kebijakan. Peneltian hendak mengisi gap pengetahuan untuk dapat diadopsi oleh berbagai kalangan, baik untuk tujuan menghasilan pengetahuan baru maupun untuk pemecahan masalah.

Temuannya antara lain : (a) Terdapat 24 aktor yang berkontribusi dalam pelaksanaan program di bidang Pendidikan, 20 aktor di bidang Internet dan Media Sosial, 10 aktordi bidang Deradikalisasi, 15 aktordi bidang Kebijakan, dan 18 aktordi bidang lainnya (Sosiokultural, politik); para aktor telah melaksanakan 49 program dalam bidang Pendidikan, 22 program di bidang Internet dan Media Sosial, 14 di bidang Deradikalisasi, 28 di bidang Kebijakan, dan 31 di bidang lainnya. Temuan penting juga adalah : (i) Masih terdapat batasan dan kendala dalam pelaksanaan program, seperti: (a) Keterbatasan cakupan intervensi; (b) Program pencegahan yang bersifat umum dan kurang fokus pada kategori sasaran maupun jenis intervensi; (c) Lemahnya kerja sama antar pihak dalam pelaksanaan PVE di Indonesia.

Beberapa rekomendasinya antara lain, (i) Melakukan evaluasi konten di bidang Internet dan Media Sosial dengan menggunakan indikator yang jelas (misalnya peningkatan traffic). Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun tema kontra-narasi yang sinergis antar aktor; (ii) Melakukan identifikasi terhadap faktor penarik radikalisasi seperti kerentanan sosial, politik, dan ekonomi serta faktor pendorong seperti motivasi identitas dan peran kebermaknaan melalui penelitian pendahuluan dan; (iii) Meningkatkan kerja sama antar-aktor dan akademisi.

Hasil Penelitian ini kiranya dapat digunakan oleh pemerintah dan berbagai pihak untuk merancang program-program pencegahan yang lebih sesuai dan lebih efektif serta menyusun bentuk-bentuk intervensi dalam skala yang lebih sesuai dengan keadaan di lapangan.

Penelitian ini tidak mungkin tanpa kerja tekun, komitmen dan kreativitas dari Tim Peneliti yang terdiri dari Dr.Milla Noor Mila dan Chandra Rila Putra dari Lab Psikologi, Fakultas Psikologi UI. Kami menghaturkan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Pemerintah Indonesia sebagai bagian dan anggota PBB yang telah dan sedang menyusun Rencana Aksi PencegahanEkstremismediharapkandapat memetik manfaat dari penelitian ini. Laporan penelitian INFID ini dapat menjadi masukan dan tambahan cakupan tentang prioritas tindakan dan kegiatan-kegiatan di masa depan.

Jakarta, 30 Maret 2020

Sugeng Bahagijo

Direktur Eksekutif