Seminar BPJS Ketenagakerjaan 21 Desember 2016

Seminar BPJS Ketenagakerjaan 21 Desember 2016

Press Release


Seminar Satu Hari “Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Menurunkan Ketimpangan dan Memperkuat Kohesi Sosial di Indonesia”

Jakarta, 21 Desember 2016

Memperingati 39 tahun hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) bersama BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Seminar Satu Hari di Hotel JS Luwansa Jakarta pada Rabu (21/12). Mengangkat tema “Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Menurunkan Ketimpangan dan Memperkuat Kohesi Sosial di Indonesia” kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M. Hanif Dhakiri, dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Pada sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M. Hanif Dhakiri, berharap Indonesia bisa berdiri di atas prinsip-prinsip negara kesejahteraan yang tercermin pada konstitusi. Prinsip dasar dalam mewujudkan negara kesejahteraan adalah pendalaman demokrasi, penguatan kohesi sosial masyarakat, dan penguatan jaminan sosial.

“Tantangan jaminan sosial untuk kesejahteraan masih didominasi oleh ekonomi informal. Terobosannya kedepan adalah mentransformasikan ekonomi informal tersebut menjadi lebih formal sehingga hubungan kerja lebih jelas dan skema kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan semakin lebih mudah.” Menurut M. Hanif Dhakiri.

Belum terjangkaunya BPJS Ketenagakerjaan pada kelompok rentan juga menjadi hal yang diutarakan oleh menteri ketenagakerjaan. Harapannya, kelompok rentan, seperti tenaga kerja dengan upah yang minim, bisa mendapatkan perhatian lebih oleh BPJS Ketenagakerjaan agar bisa mendapatkan jaminan sosial.

Direktur Eksekutif BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menyatakan peranan jaminan sosial sangat penting sebagai perlindungan tenaga kerja. Tantangan BPJS Ketenagakerjaan ke depan dari penyelenggara, kondisi Tenaga Kerja saat ini, ketimpangan, lalu masalah demografi dimana saat ini Indonesia sedang mendapatkan bonus demografi.

“Ketimpangan menjadi problem kita bersama, solusinya dengan memperkuat kohesi sosial. Salah satunya adalah BPJS mengeluarkan inovasi untuk mengajak kepedulian nasional, memberikan bantuan, bantuan kepada pekerja sektor informal dan yang mempunyai keterbatasan. Bersamaan dengan bantuan sementara tersebut, kami berharap satu ketika ekonomi membaik, lalu akan menjadi pekerja mandiri yang tangguh” tambah Agus Susanto.

Institusi jaminan sosial salah satu dari institusi yang disebut sebagai kekuatan penyetara (equalizing force) di tengah berbagai trend dan kecenderungan yang memacu ketimpangan, antara lain teknologi otomatisasi dan lain sebagainya. Tujuan dan dampak jaminan sosial adalah nyata kepada semua golongan sosial. Institusi jaminan sosial yang efektif akan dan dapat memberi dua dampak sangat penting di masyarakat yaitu: penurunan ketimpangan dan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah dan kepercayaan antar warga. Hal tersebut disampaikan oleh Sugeng Bahagijo selaku Direktur Eksekutif INFID dalam sambutannya.

“Indonesia sendiri memiliki tantangan yaitu; kaum muda yang jobless dan yang bekerja tetapi memiliki pendapatan yang rendah. Kelompok ini rentan dimangsa ideologi dan parpol ekstrim. Sehingga peran dan kontribusi BPJS Ketenagakerjaan akan semakin diuji dengan cara sejauh mana bisa merangkul dan melindungi mereka. Oleh karena itu, Tunjangan Pencari Kerja penting bagi mereka yang terkena PHK dan yang telah lama menganggur” tambah Direktur INFID.

Seminar satu hari ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari jajaran pemerintah, akademisi, media massa, mahasiswa, serta masyarakat sipil. Acara ini bertujuan menjadi forum bersama untuk mengapresiasi peran dan kontribusi BPJS Ketenagakerjaan serta sekaligus untuk mengangkat urgensi isu Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial.

Narahubung : Siti Khoirun Nikmah -INFID (085881305213)

Materi Presentasi:

Abdul Latif-BPJS Ketenagakerjaan
Ahmad Ansor-DJSN
MAFTUCAHAN – Kail dan Ikan Sama Pentingnya!
Nikmah-Memo Kebijakan atas APBN 2017-2018
TIMBUL SIREGAR – Capaian BPJS Naker
WAHYU SUSILO-Wajah Buruh Migran Indonesia