SELAMAT! KOTA SINGKAWANG MENJADI TUAN RUMAH FESTIVAL HAM 2023
Oleh: Intan Bedisa
Kota Singkawang terpilih setelah melalui rangkaian proses seleksi yang dilakukan oleh penyelenggara. INFID, Komnas HAM RI, dan KSP sepakat menunjuk Kota Singkawang sebagai tuan rumah festival ini karena menganggap Pemerintah Kota Singkawang memenuhi empat aspek utama. Pertama, aspek regulasi. Kota Singkawang memiliki sejumlah peraturan yang memberikan perlindungan dan jaminan bagi HAM. Kedua, aspek implementasi regulasi. Kota Singkawang memiliki sejumlah program pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah dan Program Pembangunan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sipil, serta sejumlah rencana terkait implementasi dan regulasi HAM. Kota Singkawang juga memiliki sejumlah komunitas dari berbagai masyarakat adat, komunitas lintas agama, dan kerukunan umat beragama, serta komunitas lainnya. Ketiga, aspek penghargaan. Kota Singkawang adalah lokasi terletaknya Gong Perdamaian dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai kota tertoleran se-Indonesia. Terakhir, Pemkot Singkawang juga berkomitmen untuk mendukung terselenggaranya Festival HAM dengan sumber daya yang dimiliki.

Sumber foto: Laman resmi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang.
Tentang Festival HAM
Festival HAM adalah forum untuk bersilaturahmi, bertukar pengetahuan, ide, gagasan, dan berbagi pengalaman praktik-praktik nyata yang telah berhasil diterapkan dalam membangun kabupaten/kota yang selaras dengan nilai-nilai HAM. Kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder terkait isu kabupaten/kota HAM dari dalam dan luar negeri.
Festival HAM sejatinya merupakan proses advokasi dan pendampingan kabupaten/kota untuk HAM. Komnas HAM, INFID dan KSP telah melakukan pendampingan terhadap kabupaten/kota untuk membuat peraturan daerah, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat sipil di daerah, konsultasi dan sebagainya. Festival HAM menjadi ruang untuk menampilkan hasil dari proses tersebut. Kegiatan dalam Festival HAM sangat beragam. Mulai dari forum diskusi, pameran, pentas seni budaya, kunjungan berbagai lokasi, hingga deklarasi hasil konferensi.
Festival HAM telah mendapat pengakuan positif dari dalam negeri karena mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang positif dan konstruktif bagi penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan HAM di Indonesia. Presiden Joko Widodo menghimbau agar kegiatan semacam ini dapat dipertahankan dan diteruskan di masa mendatang.
“Saya menyambut baik Festival tahunan Kota HAM, atas kerja sama pemerintah, Komnas HAM dan masyarakat pemerhati HAM. Festival ini merupakan komitmen bersama dalam mengarusutamakan prinsip-prinsip HAM di daerah”, ujar Presiden Joko Widodo pada pidato peringatan hari HAM internasional 10 Desember 2020.
Festival HAM juga mendapat pengakuan dari komunitas internasional. Sejumlah negara menghadirkan perwakilannya untuk berpartisipasi dalam Festival HAM, di antaranya dari Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Mereka berasal dari perwakilan kota, organisasi masyarakat sipil, serta badan PBB. Partisipasi komunitas internasional salah satunya untuk berbagi pengalaman praktik baik di negaranya masing- masing, serta belajar dari pengalaman kabupaten/kota di Indonesia dalam menerapkan nilai-nilai hak asasi manusia dalam tata kelola pemerintahannya.
Festival HAM pertama kali terlaksana pada 2014 di Jakarta dengan bentuk konferensi dengan diskusi tema-tema tertentu. Festival HAM selanjutnya dilaksanakan di Bojonegoro, Wonosobo, Jember, Banjarmasin, Semarang, dan pada 2022 kembali diadakan di Jakarta.