INFID Bergabung dalam Pertemuan Jaringan Regional mengenai Ekonomi Sosial dan Solidaritas di Asia Pasifik
Oleh: Ari Wibowo, Program Officer HAM & Demokrasi INFID
Editor: Intan Bedisa, Communication & Digital Officer INFID
Pada 27-28 Januari 2024, Program Officer HAM & Demokrasi INFID Ari Wibowo dan Program Officer Business & Human Rights INFID Hendrikus Rizky Visanto Putro menjadi delegasi Indonesia yang hadir atas undangan Parlemen Malaysia dalam MySDG International Conference 2024 Malaysia. Konferensi ini berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia dan mengusung tema “Membangun Komunitas Inklusif Melalui SDGs dan Inisiatif Ekonomi Solidaritas Sosial”. Selain itu, pada pekan yang sama INFID juga berpartisipasi dalam Asian Solidarity Economy Council (ASEC) General Assembly di Malaysia.

Keterangan: Ari Wibowo (ketiga dari kiri) dan Hendrikus (paling kiri) bersama delegasi lintas negara Asia-Pasific dalam MySDG International Conference 2024
(sumber: Dok. INFID)
MySDG International Conference 2024 adalah sebuah forum untuk mengidentifikasi dan berbagi best practices, merayakan prestasi, serta mengeksplorasi kolaborasi-kolaborasi potensial untuk membangun komunitas internasional yang inklusif dan mewujudkan tujuan-tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Konferensi ini menampilkan lanskap pelaku ekonomi sosial dan solidaritas yang berkontribusi terhadap lokalisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan memperkuat jaringan para pelaku dan promotor ekonomi sosial dan solidaritas di kawasan Asia-Pasifik.
Konferensi yang diselenggarakan bersama oleh MySDG Academy (All-Party Parliamentary Group Malaysia) dan ASEC ini mempertemukan lebih dari 120 pejabat pemerintah, organisasi internasional, aktivis, praktisi, serta tokoh masyarakat dari 15 negara di kawasan. All-Parliamentary Group Malaysia didirikan oleh parlemen Malaysia pada Oktober 2019 sebagai sebuah inisiatif yang mendorong pelaksanaan TPB di daerah pemilihan parlemen di Malaysia. Sementara itu, ASEC adalah pusat Asia untuk meningkatkan tanggung jawab para pemangku kepentingan dalam menciptakan ekonomi solidaritas yang penuh kolaborasi. Ini menyatukan 18 jaringan nasional dan kontinental di 21 negara di Asia. ASEC adalah bagian dari RIPESS, jaringan antarbenua yang menghubungkan sosial dan solidaritas ekonomi di seluruh dunia.
Secara umum, konferensi ini menampilkan praktik-praktik baik dari entitas sosial dan ekonomi solidaritas yang berkontribusi terhadap pelokalan TPB. Hal ini termasuk pemberdayaan perempuan dan pemuda, kelestarian lingkungan, inklusi disabilitas, dan pembangunan pedesaan di ASIA-Pasific.
Wakil Menteri Kementerian Perekonomian Malaysia, Hanifah Hajar Taib membuka konferensi MySDGs dengan menegaskan komitmen dan dukungan pemerintah Malaysia terhadap pelaku ekonomi sosial dan solidaritas dalam mempercepat kemajuan menuju lokalisasi TPB. Ia mencatat bahwa pelaku ekonomi sosial dan solidaritas dapat bermitra dengan pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja dan peluang, hingga memperluas layanan penting bagi kelompok rentan dan terpinggirkan.

Keterangan: Ari Wibowo (kiri) menjadi pembicara sesi panel MySDG International Conference 2024 (sumber: Dok. APPGM SDG)
Dalam konferensi ini, Ari Wibowo juga diundang sebagai pembicara untuk berbagi pengalaman masyarakat sipil di Indonesia yang telah dituliskan menjadi sebuah paper berjudul “Collaboration of Civil Society Organizations in Indonesia through Social Solidarity Economic Practices: INFID Case Study”.
Pejabat Teknis Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Sosial dan Solidaritas – ILO Bangkok, Heejin Ahn dalam pidatonya menyoroti bahwa entitas ekonomi sosial dan solidaritas berada pada posisi yang baik untuk mencapai target terkait akses dan inklusi dari TPB yang dilokalisasi. Ia mencatat bahwa beberapa negara Asia, termasuk Malaysia telah memainkan peran penting dalam penerapan Resolusi PBB “Mempromosikan Ekonomi Sosial dan Solidaritas untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Lebih jauh, Ahn juga menjelaskan mengenai gerakan dari International Labour Organisation (ILO) dalam proyek Penguatan Ekonomi Sosial dan Solidaritas di Asia fase 2 yang memberikan informasi dan menciptakan dialog kebijakan mengenai kontribusi ekonomi sosial dan solidaritas terhadap pekerjaan yang layak dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia dan Pasifik.

Keterangan: Belajar praktik baik melalui kunjungan lapangan ke sebuah komunitas di Malaysia yang melakukan pelokalan TPB (sumber: Dok. INFID)
Selain mengikuti konferensi, pada 28 Januari 2024, para peserta juga diajak untuk mengunjungi Asosiasi Pelayanan Sosial dan Pengembangan Masyarakat Distrik Gombak (PSPK) di Selangor, Malaysia. PSPK adalah sebuah organisasi berbasis komunitas yang memberdayakan perempuan dan anak-anak marginal melalui kegiatan yang menghasilkan pendapatan dan program literasi. INFID mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung berbagai kegiatan, seperti mendaur ulang botol plastik, berkebun, membuat kue, katering, menjahit, hingga pelatihan teknologi informasi. Kunjungan ini menjadi bagian pengenalan praktik baik yang telah dilakukan oleh komunitas lokal di Malaysia dalam proses lokalisasi TPB dan menjadi pembelajaran yang konstruktif bagi advokasi INFID dan komunitas di Malaysia.
Pada 29 Januari 2024, INFID juga terlibat dalam Sidang Umum ASEC sebagai peserta aktif. Majelis membahas cara-cara untuk mengoperasionalkan Peta Jalan Pembangunan Sosial dan Solidaritas Ekonomi yang mencakup formalisasi keanggotaan ASEC, memajukan manajemen pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, mobilisasi sumber daya dan penggalangan dana, serta penilaian dampak.

Keterangan: INFID dalam ASEC General Assembly 2024 (sumber: Dok. INFID)
Sejumlah forum regional yang mengangkat isu sosial dan solidaritas ekonomi (SSE) sudah direncanakan akan dilaksanakan di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Seperti misalnya konferensi regional bertajuk “Sosial dan Solidaritas Ekonomi untuk Memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Asia” di Bangkok, Thailand yang akan diselenggarakan oleh ILO bekerja sama dengan ESCAP dan ASEC pada 23-24 April 2024 mendatang. Selain itu, ASEC juga akan menyelenggarakan ASEAN Peoples’ Forum, sebuah forum tahunan organisasi masyarakat sipil dari negara-negara anggota ASEAN sebagai bagian dari KTT ASEAN di Malaysia pada tahun 2025. Ke depannya, INFID juga akan terlibat aktif dalam advokasi SSE dalam forum-forum regional tersebut.