INFID x Komnas Perempuan: Kolaborasi Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pemajuan HAM & Demokrasi Berkeadilan di Negara Mayoritas Islam
Oleh: Sanita Rini, Program Officer for Preventing Violent Extremism
Sejak tahun 2021, INFID berkolaborasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) telah memulai membangun forum komunikasi dan konsolidasi dengan Organisasi Ulama, Kampus dan Pemerintah dari Malaysia, Pakistan, dan Tunisia untuk menguatkan komitmen dan praktik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Rangkaian kegiatan mulai seminar internasional, kunjungan bilateral, dan workshop internasional memperoleh dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad Pakistan, KBRI Malaysia, dan KBRI Tunisia.
Dokumentasi INFID: Paparan para narasumber Prof. Alimatul Qibtiyah (Aisyiyah PP Muhammadiyah), Anggia Ermarini (PP Fatayat PBNU), Prof. Mongia Souaihi (Universitas Ezzitouna Tunisia), Ms. Sehar Karman (Mantan Anggota Senat Pakistan), dan Sh Fatimah Alzahra Binti Syed Hussein, Ph.D (International Islamic University Malaysia) pada Sesi 2A“Peran Strategis Muslimah dalam Menguatkan dan Meluaskan Praktik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin di Negara Indonesia, Malaysia, Pakistan dan Tunisia” (26/01/2022)
Dari ketiga rangkaian kegiatan diatas, memetakan salah satunya adalah kebutuhan terhadap kepemimpinan perempuan dalam memperkuat pemajuan Islam, HAM, dan demokrasi. Namun, melalui pendalaman diskusi dalam workshop internasional pada Januari 2023 lalu secara daring terdapat 4 tantangan dalam kepemimpinan perempuan di Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Yakni, 1) adanya misinterpretasi dan stereotip terhadap kepemimpinan perempuan di dalam budaya komunitas/masyarakat Muslim, 2) kurangnya sosialisasi, dukungan, dan sumber daya kepada perempuan untuk mempersiapkan diri dan bertahan dalam posisi kepemimpinan, 3) diskriminasi terhadap para pemimpin perempuan, dan 4) kurangnya agenda yang terkoordinasi dan kolaboratif untuk perubahan terhadap kepemimpinan perempuan di berbagai lini sosial vertikal maupun horizontal.
(Dokumentasi INFID: Audiensi dengan Ketua Komnas Perempuan, Ibu Andy Yentriyani pada 14/8/2023)
Menjawab tantangan tersebut, INFID sebagai lembaga yang memiliki fokus terhadap kesetaraan gender, HAM, dan Demokrasi kemudian berinisiasi untuk membangun kolaborasi dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang merupakan lembaga negara yang independen untuk penegakan hak asasi manusia perempuan Indonesia. Wujud nyata dari kolaborasi ini adalah secara resmi Komnas Perempuan dan INFID telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) pada 17 November 2023. Kesepakatan yang dibangun bukan hanya fokus pada pelatihan saja, namun terhadap berbagai kegiatan penguatan kepemimpinan perempuan di negara mayoritas Islam dalam pemenuhan HAM berbasis gender dan demokrasi berkeadilan. Tentunya ini menjadi langkah yang baik untuk memberikan manfaat dan kontribusi dalam menciptakan ruang-ruang aman yang menguatkan kepemimpinan perempuan.
Keterangan: : Penandatanganan MoU INFID & Komnas Perempuan-
Kegiatan pertama dari kesepakatan ini adalah menyelenggarakan pelatihan penguatan kepemimpinan perempuan bagi perempuan muda muslim di Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Pelatihan yang akan diselenggarakan secara virtual sepanjang bulan Desember 2023 ini diharapkan dapat memperkuat ruang, kapasitas, dan peran perempuan dalam kepemimpinannya di negara-negara mayoritas Islam. Sehingga para pemimpin perempuan secara aktif dapat berperan dalam pemenuhan HAM dan mendorong perwujudan demokrasi yang berkeadilan. Untuk memastikan tercapainya tujuan pelatihan ini, INFID dan Komnas Perempuan telah melakukan penyusunan modul khusus dengan melibatkan penulis utama modul yaitu Nur Hayati Aida, merupakan seorang peneliti, pemerhati, dan praktisi di isu kepemimpinan perempuan.