Suara dan Aksi Orang Muda untuk Pembangunan Berkeadilan dan Berkelanjutan 

Suara dan Aksi Orang Muda untuk Pembangunan Berkeadilan dan Berkelanjutan 

Oleh: Sanita Rini, Program Officer for Preventing Violent Extremism INFID

Keterangan: 10 Youth Fellowship INFID dan 12 komunitas orang muda kota Singkawang bersama perwakilan dari organisasi masyarakat sipil (INFID), Kantor Staf Presiden RI, Komnas HAM, serta Pemkot Singkawang dalam sesi dialog orang muda di Festival HAM 2023

(Singkawang, 18/10/2023)— 10 Youth Fellowship INFID dan 12 komunitas orang muda kota Singkawang berkumpul dan mendiskusikan bersama masalah dan aksi yang telah dilakukan oleh orang muda dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dua belas komunitas orang muda kota Singkawang yang telah hadir memiliki ragam latar belakang di antaranya kelompok masyarakat adat dayak, pencak silat, komunitas tionghoa, isu hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), agama/kepercayaan, pertanian, dan forum anak. 

Berbeda dengan sesi diskusi lainnya di kegiatan Festival HAM tahun ini, sesi orang muda ini menempatkan setiap individu yang hadir sebagai narasumber. Perwakilan pemangku kepentingan yang hadir seperti Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Dewan Pengurus INFID, Kedeputian V Kantor Staf Presiden, dan Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM berada dalam posisi yang setara dengan para peserta muda, yaitu sebagai peserta aktif dalam kelompok diskusi. 

Keterangan: Para peserta sesi dialog orang muda di Festival HAM 2023 melakukan diskusi intens membahas tantangan pelibatan bermakna orang muda dalam proses pembangunan dan solusinya

Fasilitator utama dalam diskusi ini adalah Bayu Satriya, alumni INFID Youth Fellowship, sementara 10 INFID Youth Fellow berperan sebagai co-fasilitator. Sesi diawali dengan pengenalan hasil diskusi dari workshop online INFID Youth Fellowship pada 9-11 Oktober 2023 oleh perwakilan Youth Fellow, yaitu Elma, Rendy, dan Jordhy. Terdapat 4 isu utama yang menjadi pokok bahasan dalam kelompok, yaitu kurangnya keterlibatan bermakna orang muda, perkawinan usia anak, lingkungan hidup, dan pendidikan serta keberagaman. Di akhir diskusi, perwakilan pemangku kepentingan diminta untuk menyampaikan respon dan komitmen terhadap isu dan rekomendasi yang disampaikan oleh Youth Fellow dan Komunitas orang muda kota Singkawang. 

Keterangan: Rendy (kiri) dan Risna (kanan), dua orang INFID Youth Fellow secara langsung menjabarkan deklarasi dan rekomendasi orang muda kepada seluruh peserta Festival HAM 2023 

Ringkasan penting hasil diskusi kelompok inilah yang kemudian disusun menjadi sebuah deklarasi. Sesuai temanya, deklarasi ini disebut sebagai “Deklarasi Suara dan Aksi Orang Muda dalam Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan”. Deklarasi ini berisi 4 poin permasalahan utama orang muda dan cara mengatasinya. Pada acara penutupan Festival HAM, Risna dan Rendy, dua orang INFID Youth Fellow secara langsung menjabarkan deklarasi yang berisi rekomendasi bagi orang muda, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil (OMS). 

Rekomendasi pertama mengenai upaya memperkuat keterlibatan bermakna orang muda, bahwa pemerintah dan OMS perlu menyediakan ruang dan memberikan peningkatan kapasitas terhadap orang muda. Rekomendasi kedua tentang perkawinan usia anak, bahwa pemerintah harus tegas dalam menerapkan kebijakan usia batasan perkawinan anak dan OMS perlu banyak melibatkan orang muda dalam upaya pencegahan perkawinan usia anak. Rekomendasi ketiga terkait lingkungan hidup, bahwa pemerintah harus tegas dalam menindaklanjuti para pelaku kebakaran hutan dan menghadirkan upaya cepat tanggap dalam melaporkan insiden kebakaran. Dalam mengatasi masalah utama lingkungan hidup, OMS diharapkan dapat terus memfasilitasi dan mengedukasi hak-hak masyarakat adat. Rekomendasi keempat adalah mengenai pendidikan dan keberagaman, bahwa pemerintah harus menyediakan lebih banyak beasiswa afirmasi. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan sosialisasi dan monitoring terhadap orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya kesadaran pendidikan formal anak, serta pemberdayaan ekonominya. OMS juga diharapkan dapat menghadirkan ruang bicara bersama orang muda yang memiliki kemampuan dan aksi nyata dalam pemajuan pendidikan. 

Add a Comment

Your email address will not be published.