Bencana Bukan Takdir: Banjir Sumatera dan Gagalnya Negara Menjamin Hak Aman Warga Negara

Bencana Bukan Takdir: Banjir Sumatera dan Gagalnya Negara Menjamin Hak Aman Warga Negara

Analisa Ringkas #CloseTheGap vol. 4

Penulis: Bona Tua (Deputi Direktur INFID) dan Siti Khoirun Ni’mah (Direktur Eksekutif INFID)

Analisis ini disusun berbasiskan pada kajian dan pandangan anggota INFID, sekaligus dihubungkan dengan berbagai laporan global, termasuk laporan terbaru mengenai ketimpangan global 2026. Laporan menyoroti tingginya korban bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh, serta lambatnya penangangan korban bencana. Oleh karena muncul desakan menaikkan status bencana ke bencana nasional, yang hingga kini tidak ada tanggapan dari pemerintah. Laporan juga menggarisbawahi mengenai problem struktural Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam yang bukan hanya menimbulkan krisis kemanusiaan, melainkan juga melebarnya jurang ketimpangan.

Tulisan ini adalah bagian dari upaya advokasi #CloseTheGap untuk mengurangi ketimpangan di Indonesia. Advokasi ini dituangkan melalui narasi-narasi kritis berbasis bukti mengenai isu ketimpangan di Indonesia. Harapannya, kajian singkat ini bisa berguna sebagai bahan kampanye, pemahaman bersama, atau poin-poin diskusi di antara staf INFID, anggota, dan jaringan.

Tulisan ini boleh dikutip dalam riset atau dokumen lainnya.