FESTIVAL HAM 2025:ORANG MUDA MERAWAT BEDA, JAGADEMOKRASI, KEADILAN, DAN KEBEBASAN

FESTIVAL HAM 2025:ORANG MUDA MERAWAT BEDA, JAGADEMOKRASI, KEADILAN, DAN KEBEBASAN

Tahun ini, Festival HAM 2025 kembali hadir dengan semangat yang lebih segar dan inklusif dengan tema “Orang Muda Merawat Beda: Jaga Demokrasi, Keadilan, dan Kebebasan”. Tema ini lahir dari kesadaran bahwa generasi muda memainkan peran penting dalam merawat nilai-nilai keberagaman yang semakin menghadapi tantangan. Festival HAM menjadi ruang aman bersama untuk semua kalangan untuk mengekspresikan gagasan mereka terutama mengenai demokrasi, keadilan dan kebebasan.

Festival HAM 2025 dilaksanakan pada 27 September di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, bertujuan menjadi ruang kolektif bagi orang muda dari berbagai latar belakang untuk berjejaring, berbagi gagasan, dan mengekspresikan visi mereka tentang masa depan yang adil dan setara.

Pembukaan Festival HAM dibuka langsung oleh Zilla Boyer dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan Direktur Eksekutif INFID Siti Khoirun Ni’mah. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang mengusung tema “Bincang Muda-Mudi: Membayangkan Masa Depan Indonesia yang Inklusif”, pada sesi ini hadir empat narasumber orang muda dari berbagai daerah dan latar belakang. Sementara itu terdapat juga pameran karya dan booth dari berbagai komunitas yang mengangkat tema “Menyulam Beda”.

Pada siangnya dilanjutkan dengan sesi Human Library, sesi ini bertujuan membangun ruang perjumpaan dengan orang muda dari identitas kelompok rentan dan minoritas. Selain itu, terdapat side event yang berkolaborasi dengan anggota INFID yaitu Yayasan Kesehatan Perempuan-YKP (konsultasi kesehatan reproduksi) dan Solidaritas Perempuan (diskusi dan game ular tangga). Pada sore hari, sebelum memasuki sesi penyampaian aspirasi kolektif, suasana Festival HAM semakin hangat dengan penampilan stand-up comedy.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian aspirasi kolektif oleh orang muda, untuk menyuarakan pandangan dan harapan mereka terhadap masa depan demokrasi dan keadilan di Indonesia dalam pembangunan inklusif. Aspirasi tersebut mendapatkan respon langsung oleh pemangku kepentingan yang hadir, yaitu Rieke Diah Pitaloka (Anggota Komisi VI DPR RI), Willy Aditya (Ketua Komisi XIII DPR RI), Melanie Subono (Aktivis dan Seniman), Siti Khoirun Ni’mah (Direktur Eksekutif INFID), dan Detrianov (Wakil Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta). Sebagai penutup rangkaian acara, Festival HAM turut dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh Wahyu Susilo (Migrant CARE) dan Anzar Mustikowati, penampilan teater bahasa isyarat oleh Popjoy Sign, serta pertunjukan musik dari The Jansen

Tahun ini Festival HAM dihadiri oleh 404 peserta terdiri dari 200 perempuan, 185 laki-laki, 5 peserta memilih tidak menjawab, 8 tidak teridentifikasi dan 6 menyebut sebagai lainnya. Festival HAM selain merayakan keberagaman, tetapi juga momentum konsolidasi gerakan orang muda dalam menyikapi tantangan demokrasi, iklim, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan