Walk the Talk: INFID Mendorong Universitas Papua Menjadi Pelopor SDGs Center di Tanah Papua
Oleh: Intan Kusumaning Tyas
Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda global yang berdasar pada hak asasi manusia dan kesetaraan serta mempunyai prinsip No One Left Behind atau tidak ada satupun yang tertinggal. Salah satu wujud nyata dari prinsip No One Left Behind adalah kemitraan Multi Pihak dalam implementasi pencapaian SDGs. Kemitraan Multi Pihak merupakan kemitraan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, sektor swasta, CSO, dan Universitas. Kemitraan Multi Pihak diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan menggabungkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan untuk memenuhi target SDGs.
Salah satu pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam percepatan pencapaian SDGs adalah Universitas melalui Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Masyarakat. Pada dharma pertama yaitu Pendidikan, universitas berperan penting untuk menginternalisasi pelaksanaan SDGs melalui mobilisasi mahasiswa dan akselerasi pendidikan serta capacity building tentang SDGs dalam lingkup kampus. Dharma yang ke-2 yaitu riset, dapat diwujudkan melalui riset terkait SDGs, penelitian interdisipliner dan transdisipliner, inovasi, serta analisis berbasis bukti untuk implementasi SDGs. Pada dharma yang terakhir yaitu pengabdian masyarakat, universitas dapat menjadi fasilitator dan katalisator keterlibatan publik, advokasi masyarakat, meningkatkan komitmen pemangku kepentingan, serta memfasilitasi dialog dan aksi lintas sektor dalam pencapaian SDGs.
Menyadari pentingnya peran perguruan tinggi untuk mencapai SDGs, pada 31 Juli 2023, USAID Kolaborasi Papua yang terdiri dari konsorsium Wahana Visi Indonesia (WVI), International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), dan Kitong Bisa Foundation (KBF) kemudian menggandeng Universitas Papua (UNIPA) khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dalam rangka pembentukan SDGs Center di Universitas Papua. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadikan UNIPA sebagai pelopor SDGs Center dan center of excellence for SDGs di Tanah Papua.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara INFID dan LP2M UNIPA
Inisiasi SDGs Center UNIPA diawali dengan penunjukkan tim perumus melalui Surat Tugas Rektor. Tim yang telah ditunjuk bertugas untuk melaksanakan knowledge management terkait dengan pembentukan dan penyusunan rencana kerja awal SDGs Center UNIPA. Kegiatan pertama tim perumus SDGs Center UNIPA adalah learning ke SDGs Center Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 3 Oktober 2023. Learning ini bertujuan untuk sharing knowledge mengenai tahapan pembentukan dan penyusunan kelembagaan SDGs Center UGM, proses identifikasi isu prioritas, serta teknis pengelolaan SDGs Center UGM yang notabene berada di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM (DPkM UGM). Selain itu, tim SDGs Center UGM yang diketuai oleh Dr. dr. Rustamaji, M.Kes juga menjelaskan mengenai kendala dan tantangan pada proses pembentukan SDGs Center serta strategi pengarusutamaan SDGs dalam kebijakan dan kegiatan akademik seperti pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kunjungan Tim Perumus SDGs Center UNIPA dan INFID ke SDGs Center UGM
Pada 5 Oktober 2023, tim perumus SDGs Center UNIPA telah melaksanakan konsultasi ke Sekretariat SDGs Nasional di Jakarta. Konsultasi tim perumus yang dipimpin langsung oleh Rektor UNIPA yakni Dr. Meky Sagrim, SPK. M.Si, dimaksudkan untuk mendapatkan petunjuk dan arahan inisiasi SDGs Center UNIPA dengan status transisi UNIPA dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satuan Kerja ke PTN Badan Layanan Umum (BLU).
Pada konsultasi tersebut, Rachman Kurniawan selaku Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan Seknas SDGs mengapresiasi komitmen UNIPA dalam mendukung percepatan pencapaian SDGs melalui pembentukan SDGs Center. Rachman menyampaikan bahwa UNIPA memiliki modal yang kuat sebagai salah satu PTN di Tanah Papua untuk menjadi center of excellence dengan karakteristik individu civitas akademika yang fast learner, memiliki pengetahuan yang luas sehingga berpeluang besar untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat. Selanjutnya, Rachman juga berharap UNIPA dapat segera menetapkan SDGs Center melalui Surat Keputusan Rektor, supaya lekas menjadi perpanjangan tangan Seknas SDGs untuk mendampingi penyusunan, pelaksanaan, dan monev Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs di beberapa provinsi di Tanah Papua baik provinsi induk maupun Daerah Otonom Baru (DOB).
Kunjungan Tim Perumus SDGs Center UNIPA dan INFID ke Seknas SDGs
Menjawab kebutuhan enam provinsi di Tanah Papua untuk segera mempunyai RAD SDGs yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), SDGs Center UNIPA menyelenggarakan bimbingan teknis secara daring yang difasilitasi oleh Seknas SDGs. Bimbingan teknis tersebut mencakup beberapa materi diantaranya; (a) Mekanisme Penyusunan dan Digitalisasi RAD SDGs, (b) Kolaborasi Muti Pihak, (c) Akselerasi Pencapaian SDGs di Daerah, dan (d) Peran Perguruan Tinggi Mendukung Percepatan Pencapaian SDGs. Mempertimbangkan otonomi khusus Papua, SDGs Center UNIPA akan melakukan inovasi dalam asistensi RAD SDGs, yaitu mengintegrasikan RAD SDGs dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP).
Bimbingan Teknis dari Seknas SDGs untuk Tim Perumus SDGs Center UNIPA