INFID Menyuarakan Pentingnya Dana Abadi OMS

INFID Menyuarakan Pentingnya Dana Abadi OMS

Tahukah Anda Apa itu Dana Abadi OMS?

Dana Abadi Organisasi Masyarakat Sipil (DA OMS) adalah dana yang bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan kerja dan kontribusi OMS untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional dan demokrasi di Indonesia. Upaya menghadirkan mekanisme dana abadi OMS saat ini tengah di advokasikan oleh kelompok kerja (Pokja) DA OMS. Pokja ini merupakan inisiatif dari OMS yang dilakukan sejak Februari 2021 setelah pertemuan dengan Bappenas dan Kantor Staf Presiden (KSP) yang membahas mengenai dukungan regulasi bagi penguatan OMS. Pokja DA OMS terdiri dari 8 lembaga; INFID, KAPAL Perempuan, Konsil LSM, Transparansi Internasional Indonesia (TII), Prakarsa, Indonesia untuk Kemanusiaan, Penabulu Foundation, dan REMDEC Swaprakarsa.

Upaya dari Organisasi Masyarakat Sipil

Pada 17 April 2023, INFID dengan dukungan DFAT-INKLUSI memfasilitasi dialog terbatas antara Pokja DA OMS dengan Bappenas, Kantor Staf Presiden (KSP), dan Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta. Dialog terbatas ini bertujuan untuk:

  • Menyampaikan informasi perkembangan dan kemajuan advokasi Peraturan Presiden (Perpres) DA OMS
  • Mengidentifikasi peluang dan tantangan percepatan advokasi Perpres DA OMS
  • Membahas strategi ke depan dan pembagian tugas dalam advokasi Perpres DA OMS

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Politik dan Komunikasi Bappenas Astri Kusuma Mayasari, Tenaga Ahli Utama Deputi V KSP Rumadi Ahmad, Perwakilan Direktorat Ormas Kemendagri RI, dan Anggota Pokja DA OMS dari Konsil LSM, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Penabulu, dan REMDEC Swaprakarsa. Dalam dialog ini, Senior Program Officer SDGs INFID Bona Tua, memaparkan lini masa inisiatif ketahanan OMS melalui Perpres Dana Abadi Tahun 2021-2023. Dialog dipandu oleh Mickael Bobby Hoelman selaku fasilitator, dengan narasumber dari Bappenas, Kemendagri, dan KSP. Mayoritas peserta, khususnya pemerintah, menyetujui rencana pembentukan Perpres Dana Abadi OMS. Sebagai tindak lanjut, pertemuan ini menyepakati Bappenas sebagai leading sector. Dialog ini menghasilkan sejumlah gagasan, di antaranya:

  • Perlu diskusi intensif antar pemangku kepentingan (ormas dan K/L terkait) untuk menyelaraskan dan merumuskan lebih rinci kebijakan mengenai dana abadi ormas
  • Diskusi dengan lembaga dana abadi yang sudah terbentuk (LPDP, LDKPI)
  • Mendorong konsolidasi ormas/oms untuk mendukung dana abadi ormas
  • Perlu merumuskan strategi komunikasi dalam upaya meningkatkan perhatian publik mengenai pentingnya dana abadi untuk keberlanjutan masyarakat sipil

Selain itu, Pokja DA OMS dengan dukungan dari DFAT INKLUSI juga akan melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Dialog Publik dan pertemuan informal antara anggota pokja, pemerintah dan pemangku kebijakan terkait.
  • Workshop peningkatan kapasitas dan penyusunan
  • Standard Operating Procedure (SOP) untuk OMS
  • Studi komparasi pendanaan publik untuk mendukung OMS
  • Mengembangkan database OMS penerima dana abadi
  • Mengembangkan pedoman tata kelola untuk implementasi dana abadi
  • Menyusun pedoman bisnis proses dana abadi bagi OMS
  • Kampanye kepada publik, melalui media dan kampanye digital
  • Monitoring dan evaluasi